Home » Pakan » Prinsip-prinsip pengelolaan hijauan makanan ternak

Prinsip-prinsip pengelolaan hijauan makanan ternak

I.Prinsip-prinsip pengelolaan hijauan makanan ternak

Sehungan dengan prinsip2 pengelolaan dan penyimpanan ada 6 yaitu :

1. Pemilihan Lokasi
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi untuk areal penanaman hijauan, yaitu :

a. Kesuburan tanah dan klim
Kesuburan tanah dan iklim yang menjamin akan menunjang kecepatan tumbuh, produktivitas, mutu dan kontinitas hiauan. Disamping itu, akan menjamin efisiensi pengelolaan lebih lanjut.

b. Topografi yang berkenaan dengan keperluan pemupukan, komunikasi, serta sumber air
Topografi perlu dipertimbangkan berhubungan dengan :
– Suatu rencana akan dilakukannya penggunaan alat2 mekanisasi.
– Usaha pemupukan
– Transportasi
– Sumber air dan usaha pengairan

II. Pemilihan bibit dan bahan penanaman
a. Pemilihan bibit
Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbakan dalam pemilihan bibit tertentu :
1. Sesuai dengan lingkungan setempat
2. Mudah diperkembangkan dan dikelola
3. Kemungkinan bisa memberikan produksi yang lebih tinggi.

b. Bahan penanaman
Bahan penanaman yang umum dipergunakan sebagai bibit adalah biji, pols, dan stek.

1. Penanaman dengan biji
Untuk menjamin proses perkecambahan biji yang sempurna, diperlukan kontak yang erat dengan butiran tanah. Keadaan ini bisa dicapai dengan cara membenamkan biji ke dalam tanah. Peternak harus bisa menggolongkan biji tersebut.

Sebagai pedoman, biji hijauan digolongkan menjadi 3 macam, yaitu :
– Ukuran besar, dibenamkan sampaii kurang lebih 3 cm. Biji tersebut misalnya Leucaena Sp, Delichos Sp.
– Ukuran sedang, dibenamkan sedalam 1-2 cm, misalnya siratro, stylosanthes guyanensis, colopogonium, centrosema pubescens, plemengia congesta.
– Ukuran lembut (halus), dibenamkan sedalam kira2 1 cm, misalnya lotononis ainesii.

Penanaman hijauan dengan bahan biji bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu :

1. Penanaman dengan cara larikan
Biasa dilakukan pada areal yang sempit, keuntungannya :
– Mempermudah penanaman, karena sebelumnya sudah dilarik.
– Umumnya hasilnya lebih produktif daripada yang disebar.
– Lebih mudah dilakukan weeding, sehingga pengendalian terhadap rumput liar lebih terjamin.

2. Penanaman biji dengan cara disebar
Biasanya dilakukan pada areal yang luas, atau pada tanah miring. Cara penanaman ini lebih praktis dan ekonomis.. penanaman biji dengan cara disebar yang baik harus dicarrier berupa tanah ataupun pasir halus.

Cara ini dimaksudkan agar :
– Hasil penaburan bisa merata.
– Sekaligus biji bisa tertutup oleh tanah.

Keuntungan penanaman dengan biji
– Hijauan (rumput) akan lebih kuat atau tahan terhadap renggutan.
– Biji dapat disimpan dengan mudah dan tahan lama.
– Cara penanaman biji lebih mudah daripada pols dan stek.
– Menghemat tenaga/waktu dan biaya.

Kelemahan penanaman dengan biji
– Biji lebih memerlukan waktu penanaman yang tepat
– Penanaman biji diperlukan suatu persiapan awal yang lebih mantap atau pengelolaan yang lebih cermat dan tekun. Kecambah biji ini sangat peka terhadap lingkungan seperti : weed (rumput liar), hama dan penyakit, kekurangan air dan suhu yang tinggi. Diperlukan bedengan yang halus dan bersih
– Kadang2 sulit diperoleh biji, sebab pada umumnya jenis rumput tropis sulit membentuk biji. Dalama hal ini leguminose lebih baik.

Next postingan…

Salam Peternakan,


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.